Banner Atas

Karang Pamitran Tingkat Daerah Tahun 2026 Resmi Dibuka, Utusan Kwarcab Sleman Turut Hadir dan Ikut Serta

GUNUNGKIDUL -- Karang Pamitran Tingkat Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 di Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gunungkidul telah resmi dibuka.

10 utusan dari Kwarcab Sleman yang terdiri dari 4 pembina golongan siaga, 4 pembina golongan penggalang, dan 2 pembina golongan penegak dari perwakilan Kwartir Ranting (Kwarran) di Sleman turut hadir dan ikut serta dalam kegiatan tersebut

Upacara Pembukaan dilaksanakan di ruang utama Kwarcab Gunungkidul dengan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stansa, dan Mars Gerakan Pramuka, dilanjutkan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kak Nunuk Setyowati, S.Pd., M.M. selaku Ketua Kwarcab Gunungkidul sekaligus tuan rumah pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutannya Kak Nunuk menyampaikan selamat datang dan selamat mengikuti kegiatan. Pihaknya berpesan bahwa sebagai pramuka harus semangat untuk terus belajar, menimba ilmu, dan setelah kegiatan ini harus ada oleh-oleh atau ilmu yang didapatkan, untuk kemudian dibagikan dan diterapkan dengan sebaik-baiknya agar bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Sambutan kedua disampaikan oleh kak Drs. Arifin Budiharjo selaku Ketua Panitia Pelaksana. Dalam kesempatan tersebut Kak Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh utusan dari 5 kwarcab di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang masing-masing mengirimkan 10 peserta, serta merupakan wadah strategis untuk bertukar gagasan, wawasan kepramukaan saling silih asih, silih asah, dan silih asuh.

Kak Arifin menyebutkan bahwa ada tiga materi dalam Karang Pamitran tingkat daerah 2026 ini. Materi pertama sebagai pengantar, yaitu tentang kesehatan mental serta pendampingan Generasi Z dan Generasi Alpa oleh psikolog.

Materi ini mengupas tentang bagaimana pembina harus bersikap, agar membina dengan aman dan nyaman. Mental perkembangan peserta didik yang sesuai era perkembangan jaman harus disesuaikan agar strategi dan metode dalam membina pramuka tepat sasaran.

Materi Kedua, tentang Safe from Harm atay perlindungan anggota gerakan pramuka, yang diharapkan memastikan seluruh anggota pramuka aman dari kekerasan, pelecehan, bullying, dan diskriminasi yang disampaikan oleh Kak Muhammad Laiyin Nento dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) secara daring.

Kemudian materi ketiga adalah tentang percepatan realisasi Pramuka Garuda dan Pramuka Istimewa di setiap Kwarcab yang disampaikan oleh narasumber dari kwarda DIY.

Sambutan berikutnya oleh kak Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd. Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Bidang Pembinaan Anggota Dewasa sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Kak Edy menyampaikan bahwa Karang pamitran ini sebagai tempat untuk belajar, berbagi, bersilaturahmi. Ia menekankan bahwa pembinaan adalah faktor kunci keberhasilan pendidikan. Pembina sebagai pembimbing, teladan, teman, fasilitator.

"Pembina harus selalu semangat dalam berkarya dan belajar, karena belajar dan berkarya tidak ada batasan usia. Kita harus terbuka dengan perubahan dan meningkatkan kompetensi, mau mendengar masukan kemudian evaluasi diri," tegasnya.

Kak Edy juga menegaskan bahwa para pembina harus jadi teladan, harus selalu belajar dan belajar agar peserta didik nantinya menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, tanggung jawab dan berkualitas.

"Pulang dari sini harus ada sesuatu yang meningkat, lebih baik untuk memajukan kepramukaan," pungkas Kak Edy.

Tim Pewarta

Rahma Hayati
penulis
Praja
editor

Posting Komentar

0 Komentar